Salam

Selamat Datang dan Menikmati Sajian dari Siswa Katolik Kelas 7 SMPN 16 YOGYAKARTA

Minggu, 28 Februari 2021

รesus yang BERBELAS KASIH

 Kasih merupakan dasar dari kehidupan orang Kristen. Hanya karena ada kasih kita bisa peduli terhadap penderitaan orang lain, mau membantu orang yang kesusahan, memberi makan kepada orang lapar, memberi tumpangan kepada orang asing, memberi minum kepada orang yang haus, menuntun orang buta, dll. Kasihlah yang menggerakkan kita untuk selalu mau membantu siapa pun. Karena begitu pentingnya kasih ini, Yesus mengajarkannya secara khusus dan menjadikan itu sebagai suatu perintah yang harus kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari.



Yesus tidak hanya sekedar mengajarkan kasih itu kepada kita. Ia sendiri menjalankannya. Ia menyembuhkan  buta, menyembuhkan orang lumpuh, memberi makan kepada lima ribu orang, membangiktkan orang yang telah mati, mengusir roh jahat, dll. Ia datang ke dunia karena tergerak hatiNya untuk menyelamatkan manusia.


Kasih Yesus tidak hanya untuk orang-orang yang menerimaNya, tetapi untuk orang-orang yang menentangNya. Kasih Yesus ini tanpa batas dan tanpa pamrih. Inilah kasih sejati yang keluar dari ketulusan hati. Kasih Yesus ini menjadi kasih kristiani yang perlu diterapkan oleh setiap orang kristiani. Kasih ini digambarkan dengan sangat baik oleh Santo Paulus, “Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu”. (1Kor 13:4-7)


Di sekitar kita ada begitu banyak orang yang membutuhkan uluran kasih kita. Mereka mengharapkan belas kasih, kepedulian, bantuan kita. Kita perlu meneladani Yesus yang penuh belas kasih kepada semua orang, terutama kepada orang yang menderita. Kita harus membantu mereka agar mereka bisa keluar dari kesusahan mereka.


“Apabila kasih tidak ada lagi didunia maka Tuhan telah siap untuk datang” mungkin ini adalah suatu ungkapan yang tepat untuk menanggapi salah satu ayat pada surat pertama Santo Paulus kepada Jemaat di Korintus “Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berhenti; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap (13:8).” Kasih merupakan suatu hal yang utama dalam hidup Kristiani bahkan Kristus sendiri menyatakan bahwa Hukum Kasih merupakan hukum yang terbesar dan mendapat tempat teratas dari segala hukum taurat. Kristus mengajarkan kita bahwa “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya (Yoh 15:13).” Hal ini menunjukkan bahwa Kristus adalah sentral dari kasih itu sendiri, dengan kasih-Nya yang begitu besar; Ia rela untuk membungkuk ke dunia, menjadi sama dengan manusia dan akhirnya mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa manusia. Kristus sendiri memberi perintah baru kepada murid-murid-Nya “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi (Yoh 13:34).” Yang secara eksplisit pula mengarah kepada kita untuk saling mengasihi satu sama lain sebagai murid-murid Kristus, sebagai sesama manusia.


Berbicara mengenai kasih; perlu diketahui bahwa ada pembagian secara tradisional didalam Gereja Katolik. Pembagian ini terdiri dari 14 karya belas kasih dan terbagi menjadi dua yaitu karya belas kasih jasmani dan rohani (KGK 2447).


7 karya belas kasih jasmani

 Memberi makan kepada orang yang lapar.

Memberi minuman kepada orang yang haus.

Memberi perlindungan kepada orang kepada orang asing.

Memberi pakaian kepada orang yang telanjang.

Melawat orang sakit.

Mengunjungi orang yang dipenjara.

Menguburkan orang mati.


 7 karya belas kasih rohani


Menasihati orang yang ragu-ragu.

Mengajar orang yang belum tahu.

Menegur pendosa.

Menghibur orang yang menderita.

Mengampuni orang yang menyakiti.

Menerima dengan sabar orang yang menyusahkan.

Berdoa untuk orang yang hidup dan mati.



 Pembagian yang ada diatas sama sekali tidak membatasi bahwa perbuatan kasih hanya berjumlah 14 contoh saja, namun pembagian diatas hendak menunjukkan bahwa perbuatan belas kasih tertentu dapat digolongkan sebagai karya belas kasih jasmani atau rohani. Dengan membaca pembagian yang ada diatas, bagaimana pemahaman kita mengenai kasih itu sendiri? Pemahaman terhadap kasih pada umumnya cenderung sentimental, hal ini justru membuat kita membayangkan bahwa kasih selalu identik dengan perbuatan cinta. Memberi sedekah terhadap orang miskin, memberikan kata-kata peneguhan kepada orang yang sedang down. Kedua perbuatan ini kita anggap sebagai perbuatan kasih, namun bagaimana respon kita terhadap seseorang yang menegur sesamanya karena ia telah berbuat dosa dan mengajarkan 

ajaran Iman Katolik yang benar

Yesus SANG PENDOA

 


Pengertian doa

  • KGK 2558  : Satu hubungan yang hidup dan pribadi dengan Allah yang hidup dan benar.
  • Yohanes dari Damaskus, :“Doa adalah pengangkatan jiwa kepada Tuhan, atau satu permohonan kepada Tuhan demi hal-hal yang baik”
  • Teresia dari kanak-kanak Yesus : Bagiku doa adalah ayunan hati, satu pandangan sederhana ke surga, satu seruan syukur dan cinta kasih di tengah percobaan dan di tengah kegembiraan
  • Buku Iman katolik : Doa berarti mengangkat hati, mengarahkan hati kepada Tuhan, menyatakan diri anak Allah, mengakui Allah sebagai Bapa.  Kata cinta seorang anak kepada Bapanya
 Motivasi doa
  • Kita berdoa karena kita sangat rindu kepada Allah, dan Allah menciptakan kita untuk Diri-Nya: “Hati kami gelisah sebelum beristriahat di dalam Engkau” (Santo Agustinus).
  • Kita berdoa karena kita membutuhkan.  ibu Teresa berkata: “Karena saya tidak dapat bersandar pada diri sendiri, saya bersandar pada Allah dua puluh empat jam sehari”
Isi doa
Pada umumnya isi doa yang kita panjatkan ada dua hal:
  • Berisi  ucapan syukur dan pujian kepada Tuhan karena anugerah dan segala kebaikanNya yang telah dilimpahkan kepada kita
  • Suatu permohonan tertentu kepada Tuhan karena kita memiliki keyakinan bahwa Tuhan yang mahabaik memperhatian kebutuhan umatNya
 Bentuk doa (Puji Syukur)
  • DOA-DOA LITURGIS
  • DOA-DOA PRIBADI/KELOMPOK
  • DOA-DOA DEVOSI
  • DOA-DOA DASAR
Simbol dan sikap doa (Tata Perayaan Ekaristi)
  • TANDA SALIB
  • BERDIRI
  • BERLUTUT
  • MENEBAH DADA
  • MENYEMBAH
  • MENUNDUKKAN KEPALA
  • MEMBUNGKUK
  • MENGATUPKAN TANGAN
  • DUDUK

Cara berdoa
  • Doa lisan : Doa lisan adalah mengangkat hati kepada Allah. Dan Yesus sendiri mengajarkan kepada para rasulNya untuk berdoa dengan kata. Dengan Bapa Kami, Dia memberikan warisan kepada kita.
  • Doa meditasi : Hakikat doa meditasi adalah pencarian yang penuh doa, dimulai dengan teks Kitab Suci atau gambar kudus dan kemudian menjelajahi kehendak, tanda-tanda, dan kehadiran Allah
  • Doa kontemplasi : Doa kontemplasi adalah kasih, keheningan, mendengarkan, dan berada di hadirat Allah
 Jenis-jenis doa utama
  • Berkat : Doa berkat adalah doa permohonan agar berkat Allah mengalir. Kebaikan-Nya, kedekatan-Nya, belas kasih-Nya merupakan berkat. :Semoga Tuhan memberkati Anda” merupakan doa berkat pendek.
  • Syafaat : Doa syafaat adalah doa permohonan yang membuat doa kita serupa dengan doa Yesus. Ia adalah Perantara satu-satunya pada Bapa untuk semua manusia, terutama untuk orang berdosa .
  • Syukur : Ucapan syukur merupakan ciri khas doa di dalam Gereja, yang dalam perayaan Ekaristi menyatakan hakikatnya dan terbentuk menurut apa yang dinyatakan itu.
  • Pujian : Pujian adalah bentuk doa yang mengakui Allah secara paling langsung. Pujian mengagungkan Allah demi diri-Nya sendiri. Ia memberikan hormat kepada-Nya, bukan hanya karena perbuatan-perbuatan-Nya, melainkan karena Ia ada.
  • Permohonan : Dalam Perjanjian Baru kita temukan pelbagai kata untuk permohonan: memohon, meminta, meminta dengan sangat, menyeru, menjerit, berteriak. Tetapi ungkapan yang paling biasa dan paling cocok adalah "memohon". Dalam doa permohonan terungkap kesadaran akan hubungan kita dengan Allah
 Doa Bapa Kami
  • Satu-satunya doa yang diajarkan oleh Yesus sendiri kepada para rasulNya
  • Disebut juga “Doa Tuhan”
  • Muncul karena para salah seorang murid Yesus minta diajari bagaimana berdoa yang benar
  • Terdiri dari tujuh permohonan yang ditujukan kepada Bapa Maharahim di surga.
  • Tiga permohonan pertama terkait dengan Allah dan cara yang benar untuk melayaniNya
  • Empat permohonan selebihnya memohon bagi kebutuhan manusiawi kita kepada Bapa di surga

Belajar dari Kitab Suci : Luk 11:1-13 Mat. 6: 5 - 18
  • Yesus selalu menjalin komunikasi dengan Bapa dalam doa.
    •   Meluangkan waktu
    • Dalam mengawali kegiatan-kegiatanNya
    • Menyerahkan apa yang hendak Ia lakukan
  • Yesus menginginkan kita dekat dengan BapaNya
    • Mengetahui kehendak Bapa
    • Mendapat kekuatan baru
  • Yesus mengajarkan kita satu doa yang sangat indah : Bapa Kami

Mengembangkan hidup doa
  1. Yesus teladan dalam hal berdoa.  Yesus menempatkan doa sebagai upaya untuk membangun kesatuan dengan Allah sebagai BapaNya. Ungkapan syukur, penyerahan diri secara total kepada Allah BapaNya mendasari sikap Yesus dalam berdoa. Sikap itulah yang seharunya menjadi sikap kita dalam berdoa.
  2. Doa bukan pertama-tama memohon pemenuhan kebutuhan kita, melainkan upaya untuk menemukan kehendak Allah. Dan terus menerus hidup berdasarkan kehendak Allah
  3. Melalui doa, kita memperbaharui dan mengembangkan hubungan kita dengan Allah secara terus menerus.
Yesus Sang Pendoa 
Yesus adalah pribadi yang suka berdoa.
  1. Yesus, dalam hidupNya, tidak pernah lepas dari doa. Seluruh hidup dan karyaNya dijalankan dalam kesatuan dengan Allah Bapa.
  2. Yesus melihat hidupNya sendiri adalah suatu doa yang dipersembahkan kepada BapaNya
  3. Doa Bapa Kami merupakan salah satu warisan doa yang paling berharga yang diberikan Tuhan Yesus kepada kita. Melalui doa ini kita diajak oleh Yesus untuk memanggil Allah “Bapa”, sebab kita telah diangkat menjadi anak-anak Allah.
  4. Doa Bapa Kami mengandung tujuh permohonan yang terbagi menjadi dua bagian: bagian pertama untuk memuliakan Tuhan, sedangkan bagian kedua untuk kebutuhan kita yang berdoa.
  5. Dalam doa Bapa Kami, Yesus juga mengajarkan kepada kita bagaimana berdoa yang baik: sederhana, konkret, sesuai realitas dan kebutuhan hidup sehari-hari.
  6. Bagi Yesus bukan kehendakNya yang harus terjadi, melainkan kehendak BapaNya.
  7. Dalam doa “Bapa Kami”, Yesus mengajarkan suatu doa yang penuh dengan sikap penyerahan, cinta kasih, keadilan, dan pengampunan.
  8. Dalam doa Bapa Kami terdapat tiga hal: mengakui dan memuji Allah, berterima kasih dan memohon.
  9. Yesus bagi kita sungguh-sungguh menjadi teladan dalam hal berdoa. Yesus menempatkan doa sebagai upaya untuk membangun kesatuan dengan Allah sebagai BapaNya. Ungkapan syukur, penyerahan diri secara total kepada Allah Bapa mendaari sikap Yesus dalam berdoa. Sikap Yesus itulah yang seharusnya menjadi sikap kita dalam berdoa
 Doa yang sering didoakan di Sekolah ( dihafalkan)
  1.  Malaikat Tuhan
  2. Ratu Surga
  3. Pengantaraan Maria Ines
  4. Doa-doa dasar

Selasa, 09 Februari 2021

8 SABDA BAHAGIA

 

@slammy_widy

BERBAHAGIALAH KAMU

♬ original sound - slamenda



BERBAHAGIALAH: YANG MISKIN DI HADAPAN ALLAH:
  • @merasa tergantung pada Tuhan dan membutuhkan-Nya tiap saat.
  • @merasa diri sangat terbatas, lemah, rapuh, tak berdaya, tak punya apa-apa
  • @merasa belum puas dengan apa yang ada (berusaha untuk selalu lebih baik)
  • @merasa tidak berkeberatan bila orang lain tahu kekurangannya dalam segi rohani
  • @merasa tidak perlu cemas dan kuatir karena tak punya apa-apa secara duniawi

BERBAHAGIALAH YANG BERDUKACITA :

  • @ mengakui mengalami banyak kekecewaan hidup terlebih karena mudah jatuh dalam dosa
  • @ mengalami diri tidak berdaya kala ingin memperbaiki dunia
  • @ mengalami keterbatasan diri dalam derita besar dunia
  • @ ikut merasakan kekecewaan dan keputusasaan orang lain
  • @ ikut merasakan penderitaan dan kesedihan serta kecemasan orang lain
  • @ mengalami penderitaan yang disebabkan oleh sesuatu yang tidak bisa dihindari.
  • @ senantiasa merasa terlibat dalam ketidakberesan yang terjadi dan ikut bertanggungjawab karenanya


BERBAHAGIALAH YANG LEMAH LEMBUT:
  • @mengenal diri secara utuh, apa adanya
  • @mengerti keterbatasan diri dan keterbatasan orang lain
  • @mengerti kesusahan hati orang lain, tak mudah mempersalahkan orang lain
  • @menghargai usaha orang lain, selalu membesarkan pengharapan mereka
  • @dapat melihat dan menunjukkan kebaikan dan kelebihan orang lain
  • @dapat memaafkan kegagalan diri sendiri dan kegagalan orang lain
  • @mengerti dan berusaha memberi apa yang dibutuhkan orang lain.
  • @senantiasa berpikir jernih dalam melihat persoalan


BERBAHAGIALAH YANG LAPAR DAN HAUS AKAN KEBENARAN :

  • @mementingkan perkara-perkara Tuhan
  • @mendamba bimbingan Tuhan dalam hidup sehari-hari
  • @memperhitungkan kehendak Tuhan dalam memutuskan atau melaksanakan sesuatu
  • @mementingkan kemanusiaan dalam memecahkan masalah-masalah kehidupan.
  • @mengutamakan segala hal yang berguna dan berterima bagi pandangan universal

BERBAHAGIALAH YANG MURAH HATI:
  • @ mengenal diri dan mengenal Tuhan dan selaras dengan kehendak-Nya.
  • @ tidak berhenti berbuat baik walaupun disakiti hatinya
  • @ bersedia memberi kesempatan berusaha lagi kepada yang gagal
  • @ memberi tanpa pamrih atau tanpa mengharap imbalan/upah
  • @ membantu tanpa syarat, secara tulus, rela dan ikhlas
  • @ memberi diri tanpa menghitung untung rugi.

BERBAHAGIALAH YANG SUCI HATINYA:
  • @ingin bersatu dengan Allah selalu
  • @mempunyai dan memelihara hubungan pribadi dengan Allah
  • @mencari dan mengutamakan pelaksanaan kehendak Allah dalam seluruh segi kehidupan
  • @jujur terhadap batin sendiri dan jujur terhadap teman
  • @terbuka untuk segala yang baik dan membiarkan orang lain mengenal dirinya lebih dalam.
  • @ Tak mudah mengadili, menilai atau menghakimi orang lain
  • @Mengembangkan pra-sangka baik

BERBAHAGIALAH YANG MEMBAWA DAMAI:

  • @dapat mempertemukan pandangan yang berbeda, tanpa membuang inti dan nilai dari masing-masing
  • @dengan tulus menyodorkan kebaikan yg dimiliki dan mengandaikan kebaikan dalam diri orang lain; setia pada yg tidak hadir, tak mudah menggosip
  • @bersikap terbuka untuk menerima orang lain
  • @berusaha mencari dan menemukan segi-segi yang baik dari orang lain
  • @dapat mengerti dan menerima dengan ikhlas bahwa orang lain tidak menyetujui pendapatnya
  • @dapat mencari dan menemukan segi-segi yang baik dari setiap persoalan.
  • @Membiasakan diri memilih kata-kata yang baik dalam pembicaraan.


BERBAHAGIALAH YANG DIANIAYA OLEH SEBAB KEBENARAN:

  • @rela dibenci dan disingkirkan oleh teman karena mengutamakan kehendak Tuhan
  • @mau dimusuhi namun tidak membalas permusuhan
  • @sudi dicela dan direndahkan tetapi tidak kehilangan pegangan (imannya tidak goncang)
  • @sanggup disudutkan dan dibuat menderita tetapi tidak menyimpan dendam serta kebencian
  • @ sanggup menahan suasana panas sambil menanti dan mengusahakan adanya jalan keluar yg paling baik
  • @ bertekun dalam penderitaan karena perlakuan orang lain, namun terus menerus mengusahakan pengampunan dalam doa yang ikhlas bagi mereka.



Minggu, 07 Februari 2021

PAK 0802 2021

 Silakan nikmati video berikut





Lakukanlah ibadat harian secara mandiri dan personal kemudian literasi bacaan Ekaristi melalui kalender Liturgi hari ini.


Kemudian Tuliskanlah 1 or 2 ayat atau kalimat yang menarik yang mengesankan dari tiap-tiap bagian pada Link yang telah dimiliki dan diakhiri dengan tanggapan komentar pesan-pesan dan apa saja yang kamu rasakan ketika melakukan doa ibadat harian dan membaca kitab suci

Absen di sini bila sudah melakukan proses ibadat dan literasi KS.

Dg menulis, "Saya telah melakukan ibadat dan literasi dengan sepenuh hati. Semoga Tuhan memberkati saya. AMIN"

Jangan lupa nama kls no abs ditulis.